Al-maidah 51


Berita tentang penistaan agama yang di lakukan oleh gubernur DKI jakarta. kini sedang menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat. Banyak orang-orang yang akhirnya bersiteru panjang membahas hal ini dan tidak membuahkan penyelesaiaan. Bahkan yang saya lihat orang-orang menjadi sangat lata dan gampang termakan oleh media yang tidak jelas sumbernya. Sampai berita terakhir yang saya dengar adalah tentang berubahnya arti kata dari surat al-maidah 51 di aplikasi android.
AL MAIDAH 51


menurut saya apa yang di lakukan oleh gubernur DKI Jakarta jelas adalah sebuah kesalahan, sesuai dengan apa yang telah di fatwakan oleh MUI. indonesia adalah negara Demokrasi bukan negara Syariah, indonesia berlandasakan pada UUD 1945 dan pancasila. Jika yang di lakukan oleh Gubernur DKI melanggar salah satu bait undang-undang maka jelas beliau harus di proses hukum. Di sisi lain sebagai negara dengan mayoritas muslim dan saya sebagai orang islam pun sangat tersinggung jika kitab suci saya di sebut sebuah alat untuk membohongi orang. Namun di sisi lain melihat Gubernur DKI akhirnya menyadari kesalahan dan sadar sedang mengusik singa di kandang singa dan akhirnya minta maaf secara terbuka kepada publik mengenai perkataanya tentang Al-maidah 51.

Saya jadi ingat bagaimana risalah perjalana rasulullah di kota thaif saat bahkan tubuhnya di lukai oleh penduduk taif hingga membuat malaikat jabal geram dan menawarkan diri untuk menghantamkan gunung ke negri itu, lalu apa yang di lakukan oleh rasulullah? Beliau memilih untuk bersabar dan tidak menerima tawaran malaikat saat itu. Lalu bagaimana dalam Al-qur’an sendiri Allah telah mengatakan beriman atau tidaknya kalian tidak akan menambah atau mengurangi keagungan Allah.

Islam itu indah, islam itu lembut. Kita di ajarkan sedemikian rupa bagaimana cara bersikap mulai dari hal terkecil sekalipun. Tidak ada yang kurang, itu menandakan agama kita adalah agama paling sempurna yang ada di muka bumi ini. Islam pun mengajarkan kita toleran termasuk pada orang-orang umi (bodoh). Saya tidak bermaksut untuk memprovokatori orang-orang dengan pemikiran saya. tapi menurut saya Gubernur DKI berada dalam golongan orang-orang umi, hingga beliau bicara seperti itu di sisi memang kepribadianya yang blak-blakan dan cendrung kasar. Saya sebagai muslim memaklumi hal itu, karna menurut saya hal itu sungguh tidak sedikitpun merugikan agama islam atau para alim ulama yang telah mengajarkan tafsir surat Al-maidah 51.

Tapi jika di bawa ke dalam ranah UUD itu adalah sebuah kesalahan, maka gubernur DKI harus di adili sesuai dengan hukum yang berlaku. Perdilan di indonesia bukan peradilan islam tapi tetap harus menegakan hukum dengan seadil-adilnya.

Sebagaimana islam mengajarkan kita untuk tidak memupuk rasa benci dan amarah, maka kesampikan amarah kita dan kontrol diri kita agar jangan sampai membuat sesuatu yang malah merendahkan martabat islam itu sendiri. Tunjukan bahwa kita adalah muslim yang memiliki kepribadian layaknya seorang muslim pula.
dan dari yang saya lihat ada satu hikmah dari kejadian ini, banyak akhirnya orang-orang islam yang semula tidak begitu peduli tentang bagaimana ayat tentang aturan memilih pemimpin. yang  akhirnya mengkaji tentang surat Al-maidah ayat 51 ini lalu semakin banyak yang tau seperti apa kandungan dari surat tersebut.

wallauh'alam, Saya berendah diri pada zat yang maha berkuasa atas segala sesuatu dan mohon maaf jika apa yang saya tuliskan tidak sejalan dengan apa yang saudara fikirkan. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Al-maidah 51 "

Posting Komentar