Dialog Rasa (14)


Cerita ini terlalu sederhana untuk diangkat dalam kisah drama
Namun sangat tidak pantas jika diabaikan saja
Kamu terus bercerita tentang alurnya
Memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja
Mengatakan bahwa kita pasti akan melewati rintangannya
Dan mengakhirinya seperti dalam kisah dongeng Cinderella
Kini aku adalah penulis naskahnya,
Kamu yang membuat alurnya

Terlalu sederhana, gumamku tak percaya
Sederhana itu istimewa, kilahmu cepat
Seperti dua yang saling menjaga dalam do’a tanpa tau satu diantaranya?
Hal apa yang lebih kamu suka?
Dari diam dalam jawab yang sama
Atau gerilia cerita yang dikonsumsi sesuka ria?
Sederhana itu istimewa,
Seperti kita yang diam tapi saling menerima
Bahwa kamu akan jadi penulis naskahnya
Dan aku yang buat alurnya.
Iya...seperti kita, Sederhana yang Istimewa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dialog Rasa (14)"

Posting Komentar